Selasa, 03 September 2013

Indonesia, Negara yang Lalai

Indonesia, negaraku ini masuk dalam posisi 16 dalam perekonomian dunia. Indonesia memiliki banyak penduduk yang terampil. sekitar 55 Juta orang. ada sekitar 45 juta orang yang tergolong kelas konsumti konsumsi dan 53% dari populasi perkotaan Indonesia yang berarti 76 % produk domestik bruto.Bahkan diprediksi Indonesia bakal menjadi peringkat 7 terbaik di dunia dalam segi perekonomian pada tahun 2030 nanti.


Tapi, hal tersebut tidak dapat diwujudkan jika Indonesia lalai dan terlalu terpaku dengan prediksi tersebut. Laporan BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa Indonesia yang masih mengalami defisit memperlihatkan bahwa Indonesia masih lalai. Pemerintah, pengusaha, dll terlalu terlena dengan sumber daya yang dimiliki Indonesia. Meeka lebih senang mengimpor produk migas dan non migas, bahkan produk-produk yang sebenarnya bisa dihasilkan sendiri seperti daging sapi, bawang, cabai, dll


Sejak tahun 2012, Indonesia mengalami defisit yang dikarenakan terlalu banyaknya pengimporan migas yang dilakukan Indonesia. BPS melaorpkan bahwa, nilai ekspor Juli 2013 sebesar 15,11 miliar dollar AS. Nilai Impor 17,42 miliar dolar AS. Lalu apabila dihitung dari januari hingga Juli 2013, nilai ekspor migas 18,62 milliar dollar AS dan nonmigas sebesar 87,56 dollar AS. lalu Impor migas sebesar 26,24 miliar dollar AS dan non migas sebesar 85,58 miliar dollar AS. Terjadi defisit sebesar 7,63 miliar dollar AS pada ekspor migas dan surplus sebesar 1,86 miliar dollar AS pada ekspor nonmigas.

Dari datadi atas dapat disimpulkan bahwa Indonesia sangat lalai serta "malas" dalam mengelola perekonomiannya. migas masih harus diimpor, padahal Indonesia memiliki cadangan minyak yang banyak. minyak tersebut bisa diolah dan di ekspor ke luar negeri yang dapat menghasilkan pemasukan buat Indonesia. Pengimporan tersebut membuat Indonesia jadi terlalu bergantung pada produk BBm yang tinggi dan rentan.

Solar yang banyak diimpor bisa di kompensasi dengan memnggunakan minyak sawi mentah. Sebaiknya Indonesia tidak lalai dalam mengelola perekonomiannya karena apabila pemerintah tidak lalai dan malas, perekonomian Indonesia bisa menjadi jauh lebih baik dibanding sekarang.



1 komentar: