Contoh lain bahwa adanya ketidakadilan di lembaga peradilan Indonesia seperti saat ada anak pejabat yang dibawa ke pengadilan karena suatu kasus. Anak tersebut pasti lolos dari jeratan hukum biasanya karena 2 faktor. Yang pertama itu karena dia anak pejabat dan memiliki koneksi dengan hakim tersebut, yang kedua adalah uang.
Karena
barbagai macam ketidakadilan yang terjadi di lembaga peradilan Indonesia
masyarakat jadi tidak percaya dengan lembaga peradilan tersebut. Bahkan
terkadang ada masyarakat yang memilih main hakim sendiri karena yakin pasti
orang tersebut tidak akan terkena hukuman. Padahal main hakimpun belum tentu
setimpal dengan perbuatan yang dilakukan pelaku, makanya hal tersebut tidak
diperbolehkan.
Tapi
disamping itu, kalau tidak ada lembaga peradilan, maka akan terjadi ketidak
seimbangan yaitu yang kuat mendapatkan yang lemah. Yang kuat akan bisa terus melakukan
apa saja kepada yang lemah karena tidak adanya lembaga yang dapat mengadili
yang salah an yang benar. Tingkat kriminalitas akan makin meningkat, dan
membuat Negara kita makin tidak aman. Maka dai itu lembaga peradilan sangat dibutuhkan
untuk menyeimbangkan derajat semua orang, karena di mata hukum semua orang
sama.
Maka dari
itu, untuk menumbuhkan rasa percaya pada masyarakat, kita harus bisa meyakinkan
pada masyarakat untuk percaya kepada lembaga peradilan. Lembaga peradilan akan
menyelesaikan masalah secara adil, dan sesuai dengan aturan. Untuk mewujudkan
hal itu, dibutuhkan juga orang-orang yang memiliki jiwa atau rasa keadilan yang
tinggi, tidak dapat disogok, dll. Dengan adaya orang seperti itu masyarakat
akan yakin dan membawa masalah yang dimilikinya ke lembaga peradilan dan
masalah teresebut dapat diselesaikan dengan tepat, sesuai, dan adil. Mungkin
pemerintah bisa membuat sebuah lembaga khusus untuk mendidik orang-orang yang
nantinya akan masuk ke lembaga peradilan agar tidak terjadi lagi hal-hal
seperti penyogokan. Sehingga masyarakat bisa percaya dengan lembaga peradilan
dan membawa masalah yang mereka miliki ke lembaga tersebut.
Sumber www.google.com

kepercayaan susah dikembalikan kalau sudah rusak
BalasHapusKau yg nulis ini asrar? Responsibel ko ca' :')
Hapus